Pelemahan itu setidaknya sudah dimulai ketika Antasari Azhar Ketua KPK kala itu membongkar kasus dugaan korupsi pengadaan alat IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu Legislatif 2009. Belakangan ada indikasi Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas ikut terlibat didalamnya. Sebagaimana diketahui akhirnya Antasari Azhar di’kriminal’isasi dan dipenjarakan hingga kasusnya hilang.

Kasus BLBI presiden Soeharto memerintahkan gubernur BI Soedradjad Djiwandono (kakak ipar Prabowo Subianto) untuk mengucurkan bantuan Likuiditas sebesar 140 Trilyun lebih. Kasus PETRAL, kasus Bank Century dan kasus wisma Hambalang. Semuanya tidak dapat disentuh oleh KPK, meskipun pimpinan berganti dan yang terakhir dijabat oleh Agus Raharjo. Ada apa ? Kenapa ?

Adapun penyidik senior KPK Novel Baswedan sejak tahun 2007 hingga 2019 (12 tahun) tidak pernah tergantikan. Penyidik senior inilah yang membuat merencanakan dan menetapkan kasus mana yang harus dikerjakan, artinya para pimpinan KPK tunduk dan patuh kepadanya. Apakah para pimpinan KPK itu tak mampu ? BUKAN tak mampu yang pasti TIDAK BERANI melawannya. KENAPA ?

Karena PENYADAPAN ada ditangan Novel Baswedan yang tidak ada kontrol dan pengawasannya. Dia bisa menyadap siapapun yang dikehendakinya, selain daripada itu yang bersangkutan juga memiliki tali persaudaraan dengan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang-gadang dan berambisi utk menjadi RI-1. Th. 2024. Kelak.
Ini akan sangat berbahaya karena bisa memukul lawan-lawan Anies Baswedan dgn PENYADAPAN nya disaat pilpres 2024 mendatang.

Segala puji syukur akhirnya DPR dan Pemerintah berhasil memilih pimpinan KPK yang baru Firli Bahuri sekaligus pengesahan UU no 30 th 2002 yang salah satu point pentingnya adalah pembentukan Badan Pengawas yang akan mengontrol penyadapan.

Ayo selamatkan KPK selamatkan Indonesia dari cengkraman mafia Cendana dan kroninya serta adili Novel Baswedan.

Salam secangkir kopi hitam Indonesia.

(Sumber dari akun Facebook Afriyanto Arifin)

Komentar