Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tebang pilih dalam pemberantasan korupsi. Seorang netizen bernama Syarman Lawyer pemilik akun @syarman59 mengingatkan kasus Amien Rais sejak tahun 2017 tapi tidak ada kelanjutannya.

Sejak tahun 2017 ‘KPK Kantongi Bukti dan Kesaksian Soal ‘Duit Alkes’ Amien’, sampai sekarang lenyap bak ditelan bumi. Ada apa dengan @KPK_RI? #KPKAgusDitebangDipilih #KPKFirlitangkapSengkuni

Syarman juga melampirkan link berita dari CNN Indonesia yang menyebutkan ‘KPK Kantongi Bukti dan Kesaksian Soal ‘Duit Alkes’ Amien Rais’.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pihaknya sudah mengantongi bukti dan keterangan saksi soal aliran uang sebesar Rp600 juta yang diduga masuk kantong Amien Rais. Uang itu diduga terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan era Siti Fadilah Supari.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan fakta-fakta tersebut kepada utusan Amien yang siang tadi datang menyambangi markas lembaga pemberantasan korupsi.

“Kami jelaskan juga bahwa memang ada keterangan saksi dan bukti rekening koran (transfer uang ke Amien Rais), yang kemudian tentu saja tidak mungkin tidak disampaikan dalam proses persidangan ini,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/6).

Febri membeberkan bukti-bukti tersebut kepada utusan Amien yang datang ke KPK siang tadi, yakni politikus PAN, Drajad Wibowo, Hanafi Rais dan Saleh P Daulay serta Ketua Presidium 212 Ansufri ID Sambo.

Menurut Febri, jaksa penuntut umum KPK merasa perlu membeberkan dugaan penerimaan uang oleh Amien dalam surat tuntutan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari lantaran uang itu dinilai berkaitan dengan kasus dugaan korupsi alkes di Kementerian Kesehatan.

“Karena ada rangakaian yang dipandang penuntut umum KPK saling terkait satu dengan lainnya,” tuturnya.

Namun hingga kini kasus Amien Rais ini tidak ada kelanjutannya.

Benarkah KPK tebang pilih?

(kpkwatch)

Komentar